Breaking News Internasional

Untuk Ketiga Kalinya, CEO United Meminta Maaf kepada Publik

Untuk Ketiga Kalinya, CEO United Meminta Maaf kepada Publik
Untuk Ketiga Kalinya, CEO United Meminta Maaf kepada Publik

Untuk Ketiga Kalinya, CEO United Meminta Maaf kepada Publik – CEO United Airlines, Oscar Munoz, menyampaikan permintaan maafnya untuk ketiga kalinya terkait insiden penyeretan penumpang dari pesawatnya yang overbooked. Dalam surat kabarnya, Munos mengatakan ikut merasakan kekecewaan dan kemarahan publik.

Untuk Ketiga Kalinya, CEO United Meminta Maaf kepada Publik

“Kejadian mengerikan yang terjadi di maskapai kami memicu kemarahan dan kekecewaan publik. Saya ikut merasakan perasaan yang sama dan di atas semua itu, saya menyatakan permintaan sedalam-dalamnya atas apa yang telah terjadi,” demikian isi surat tersebut, seperti dilansir dari Mirror, Rabu 12/4/2017.

“Seperti halnya kalian, saya juga merasa terganggu dengan ini dan saya menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang dipaksa keluar dan seluruh penumpang dalam pesawat,” tambahnya.

Sebagai bukti bahwa dirinya meminta maaf dengan sungguh-sungguh, Munoz berjanji akan bertanggung jawab dan meningkatkan kinerja pegawainya di masa mendatang.

“Tidak ada satu pun yang pantas diperlakukan demikian. Karena itu saya ingin kalian tahu bahwa kami akan bertanggung jawab untuk menjadikan segalanya kembali membaik,” katanya.

“Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki segalanya. Saya berkomitmen kepada pelanggan dan pegawai bahwa hal semacam ini tidak akan terjadi lagi di masa mendatang,” sambungnya.

Perbaikan tersebut, kata Munoz, meliputi tinjauan menyeluruh terhadap seluruh awak pesawat, kebijakan maskapai, pemberian intensif kepada relawan, penanganan situasi overbooked, serta kerja sama dengan otoritas bandara dan penegak hukum setempat.

“Saya berjanji akan melakukan hal yang lebih baik di masa mendatang,” janjinya.

Sebelumnya, seorang penumpang asal Vietnam-Amerika Serikat diusir dari pesawat dengan cara diseret. Pria yang diidentifikasi sebagai dr. Dao tersebut dipilih secara acak oleh pegawai maskapai karena pesawat kelebihan penumpang.

Pengusiran tersebut memicu kemarahan penduduk dari berbagai belahan dunia. Bahkan, lebih dari 80.000 orang telah menandatangani petisi untuk meminta penyelidikan terkait kasus ini.

Tak hanya itu, pengusiran ini juga membawa dampak terhadap saham United Airlines. Sejak beritanya merebak, saham maskapai tersebut anjlok sebesar empat persen atau sekitar USD 1,6 miliar.