Teknologi

Setengah Dari Total Penduduk Indonesia Sudah Menggunakan Internet

Pada November 2016, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menerbitkan hasil survei perilaku penduduk Indonesia dalam penggunaan internet.

Hasilnya, lebih dari setengah total penduduk Indonesia telah menggunakan internet.

Total keseluruhan mencapai 132,7 juta dari total penduduk Indonesia yang mencapai 256,2 juta orang.

Hasil ini sungguh menakjubkan, jika melihat pengguna internet Indonesia hanya mencapai angka 88 juta orang pada 2014.

Penyebabnya adalah perkembangan infrastruktur dan mudahnya mendapatkan smartphone atau perangkat genggam. – Jamalul Izza

Metode dan parameter untuk menentukan pengguna internet di Indonesia menggunakan metode sampel.

Sebanyak 1.250 orang mengisi kuesioner dan melakukan wawancara.

Adapun respondennya adalah pengguna internet yang menggunakan perangkat genggam dan komputer, baik di dalam maupun luar ruangan.

Responden tidak dibatasi usia dan frekuensi dalam penggunaannya. Selain itu, perangkat yang digunakan pun tak harus milik pribadi.

Hasil survei menyebutkan bahwa sebanyak 31,3 juta orang atau 25,3% masyarakat mengaku menggunakan internet untuk mengakses informasi; 27,6 juta orang atau 20,8% untuk keperluan pekerjaan; 17,9 juta orang atau 13,5% menggunakannya untuk mengisi waktu luang; 13,6 juta orang atau 10,3% menggunakannya untuk sosialisasi; 12,2 juta orang atau 9,2% terkait pendidikan; 11,7 juta orang atau 8,8% untuk hiburan; selebihnya, 10,4 juta orang atau 8,5% untuk keperluan bisnis, dagang, dan mencari barang. Dari data tersebut, terlihat bahwa hampir sebagian besar sektor kehidupan masyarakat banyak terbantu dengan kehadiran internet.

Hal tersebut sangat beralasan karena internet bisa menjadi media yang paling kuat untuk saat ini.

Konten yang bisa disampaikan tidak hanya dari kalangan tertentu saja, namun kini semua orang dapat menggunakannya, mulai dari beraspirasi, menyampaikan pendapat, hingga berdagang.

Dari keseluruhan pengguna Internet, sebanyak 67,2 juta orang atau 50,7% mengakses internet melalui perangkat genggam dan komputer.

Menyusul kemudian, dengan perolehan angka tipis sebesar 63,1 juta orang atau 47,6% mengakses internet dari smartphone.

Terakhir, dengan persentase paling kecil, yaitu 2,2 juta orang atau 1,7% mengakses internet hanya dari komputer.

Dari hasil tersebut, terlihat jelas bahwa perangkat genggam masih mendominasi sebagai alat komunikasi yang paling banyak digunakan masyarakat untuk mengakses internet.

Hal itu sebanding dengan banyaknya perusahaan perangkat genggam yang semakin gencar menawarkan produknya, mulai dari promosi teknologi mutakhir hingga harga terjangkau yang bisa mencakup semua kalangan.

Kebutuhan masyarakat akan akses internet pun rupanya dibaca oleh para operator seluler.

Wajar saja jika mereka menawarkan layanan internet murah dengan program paket internet.

Tentunya, harga yang dihadirkan lebih murah jika dibanding penggunaan internet langsung menggunakan pulsa.

Untuk pembelian pulsa dan paket internet sendiri sekarang sudah semakin mudah.

Kini, mulai bermunculan layanan pembelian pulsa dan paket internet dengan cara online, seperti Traveloka.

Selain lebih mudah, harganya jelas lebih murah daripada pembelian di agen atau konter.

Munculnya Traveloka dengan fitur Connectivity atau layanan pembelian pulsa dan paket internet ini tentunya tidak mengejutkan.

Jika dilihat, banyak perusahaan serupa yang telah melakukan ekspansi dan tidak hanya terfokus pada core bisnisnya.

Pengguna internet semakin dipermudah dengan fitur pemesanan via online dan metode pembayaran yang praktis.

Dengan fitur Connectivity milik Traveloka, pembeli pulsa atau paket internet dapat membayar dengan metode yang beragam, seperti transfer ATM, e-banking, kartu kredit, dan via minimarket. Dari fenomena ini, terlihat bahwa revolusi teknologi berpengaruh pada gaya hidup masyarakat.

Semakin mudah dan murahnya akses internet, membuat masyarakat mengalihkan semua sektor kehidupan pada layanan ini.

Mulai dari pencarian informasi, pendidikan, hiburan, hingga transaksi ekonomi, semua menggunakan internet.

Di masa depan, kemungkinan internet akan semakin mudah diakses. Selain infrastruktur yang terus berbenah, harga yang ditawarkan pun nantinya akan semakin murah.

Dunia yang luas pun akan terasa semakin dekat dan informasi akan semakin mudah didapatkan.